Tuesday, March 28, 2017

Rayakan Hari Jadi Ke-23, KMF Ajak Mahasiswa Tak Lupakan Budaya Nusantara

Penampilan dari Komunitas Musik dan Film FIB UNS yang turut memeriahkan Ulang Tahun KMF ke-23, pada Senin (27/3/2016). (Dok.VISI/Marda)

lpmvisi.com, Solo
– Komunitas Musik FISIP (KMF) merayakan hari jadinya yang ke-23 semalam, Senin (27/3/2017). Bertempat di parkiran Gedung 4 FISIP, KMF mengemas acara ulang tahunnya dengan meriah. Hal tersebut terlihat dari antusiasme penonton yang mayoritas berasal dari perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIP maupun fakultas lain yang turut diundang guna memeriahkan acara. Mengambil tema Swastika Nusantara, KMF menyuguhkan nuansa nusantara yang kental dalam perayaan ulang tahunnya kali ini, mulai dari performer yang menyanyikan lagu-lagu khas daerah hingga dresscode panitia dan tamu undangan yang menggunakan batik. 

“Anak musik tidak boleh melupakan nilai-nilai budaya,” ungkap Rivaldi selaku ketua panitia ketika ditemui reporter VISI pada sela-sela kemeriahan acara.  Lewat acara ini pula, mahasiswa Program Studi Sosiologi 2016 ini ingin berpesan supaya mahasiswa sebagai generasi muda tidak lupa dengan budaya Indonesia. 

Senada dengan Rivaldi, Yosua sebagai Ketua KMF mengharapkan melalui acara ini mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tidak melupakan budaya leluhur. “Bolehlah kita menerima budaya negara lain, tapi jangan lupa dengan budaya negeri kita sendiri,” sambung mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi 2014 yang kerap disapa 'Jojo' ini.

Pengunjung pun ikut larut dalam kemeriahan acara. Intan Annisa,  salah satu delegasi dari Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himaters) mengaku cukup menikmati acara ini. “Pengisi acaranya sih udah bagus, tapi panitia itu kurang teratur dan belum terarah,” ujarnya. Apresiasi juga ia berikan terhadap konsep dresscode yang ditentukan panitia, “dresscode batik itu bagus banget sumpah,” imbuh Intan.  

Serupa dengan Intan, Noemie—salah satu pelajar asal negara Prancis yang mengikuti program pertukaran pelajar di UNS—mengapresiasi acara ini. Ia pun menuturkan bahwa dirinya bahkan rela membeli baju batik baru agar sesuai dengan dresscode yang ditentukan oleh panitia. “Ini sebuah komunitas yang bagus, bermusik dan menyatukan perbedaan-perbedaan dengan pertemanan. Menurutku ini adalah hal yang bagus dan kuharap mereka dapat terus melanjutkan hal ini,” pungkas Noemie. (Marda, Nabilah)

SHARE THIS

0 comments: