Thursday, December 1, 2016

Dawala, Sebuah Kritik Sosial dari Mahasiswa

Fendi selaku Pimpinan Pentas Produksi sedang memberikan sambutan pada awal acara pentas produksi BKKT ke enam pada tanggal 30 November 2016. (Dok.VISI/Pitaloka)

Lpmvisi.com, Solo - Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (UKM BKKT) Universitas Sebelas Maret Surakarta menggelar pentas produksi bertajuk “Dawala”. Pagelaran tersebut dilaksanakan pada 30 November bertempat di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah. Tahun ini merupakan kali enam bagi BKKT UNS dalam menggelar pentas produksi.

Sebuah kritik terhadap pemerintah merupakan tema yang diangkat pada pertunjukan ini. “Kami ingin menampilkan karya sekaligus kritik terhadap konflik keyakinan yang sedang terjadi di Indonesia,” ucap Fendi, Mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah, FKIP 2013 selaku Pimpinan Pentas Produksi. Melalui Dawala, Fendi juga ingin menyampaikan pesan moral mengenai proses mencari pemimpin putih (suci) ditengah konflik keyakinan yang terjadi di segala bidang, seperti kasus baru-baru ini terkait dugaan penistaan agama oleh salah satu kandidat gubernur di Indonesia.

Dawala sendiri bercerita tentang Petruk sebagai tokoh utama yang memiliki karakter baik hati dan senang bercandang, namun ia berubah menjadi serakah dan ingin menduduki kekuasaan. Proses pembuatan hingga pementasan Dawala memakan waktu satu bulan. Walaupun begitu, mereka mampu menghasilkan pertunjukan seni yang mampu menyedot antusiasme masyarakat. Terbukti dari tiket penjualan yang terjual habis sebelum pentas dimulai. 


Hasil karya mahasiswa ini juga mendapat pujian dari Bambang Irawan selaku pembina UKM BKKT. Menurut Bambang, BKKT mampu menggairahkan kembali kebudayaan Jawa. “Terima kasih pada penonton telah mengapresiasi acara, jika bukan kalian siapa lagi?” tutup Bambang. (Pitaloka)


SHARE THIS

0 comments: