Sunday, May 1, 2016

Di Hari Jumat

 Dok.internet

Oleh: Iim Fathimah T.


Milik siapa

rindu yang olehnya diadu sepi.

Adakah jeda

antara  Jumat ini dan minggu depannya lagi.

Kapan saja bisa bertemu atau mengobrol,

kenop pintu itu pun tak dikunci kiranya.

Ingin sekali diraih supaya terbuka.

Lalu ia mundur:

“untuk apa?”

Lantas dibiarkan rindunya berkembang

hingga Jumat datang esok hari.


Di barisan paling depan

akan duduk ia

akan diam tangannya

sesekali tergurat senyum disana.

Yang diharapkan belum datang

seorang di balik pintu tak terkunci tempo hari.

Ia menengadah

saat sebuah langkah

berderap di koridor seberang jendela;

Bukan dia.

Tapi berita,

yang mengabarkan tiada kelas hari ini.


Sekali ini ia bertanya kembali...

Adakah jeda, antara Jumat ini dan minggu depannya lagi.

Duh, apa harus ia buka saja

kenop pintu yang tak dikunci itu?

Biar hilang rindunya, biar jelas semua makna,

yang diisyaratkan angin padanya Sabtu malam

selepas Jumat berakhir.

SHARE THIS

2 comments: