Wednesday, February 10, 2016

Mahasiswa FISIP UNS Menjuarai Perlombaan di Jepang

dok.pribadi
Lpmvisi.com, Solo - Singgih Nugroho dan Muhammad Nanda Satrio, mahasiswa angkatan 2011 dan 2012 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil meraih penghargaan untuk kategori The No-Editing Commercial Movie (CM) dalam ajang 10th Gatsby Student CM Award di Tokyo, Jepang pada akhir bulan Januari lalu.

Dalam proses pembuatan video Commercial Movie mereka, Nanda menceritakan bahwa mereka hanya membuat dalam waktu semalam saja. “Proses bikin sehari, nyiapin barang, perlengkapan, terus malem take videonya. Kita bikin sekaligus 4 jadi, prosesnya hampir 3 jam, terus besoknya di cek lagi videonya lalu dikirim”, ungkap Nanda melalui chat di media sosial.

Setelah mengirim keempat video iklan mereka, proses seleksi cukup panjang, dari sekitar bulan Oktober hingga akhir tahun 2015. Seleksi pertama dilakukan melalui penjurian, dari hampir 1600 karya dari 11 negara, diseleki menjadi 64 besar. Dalam 64 besar itu, terdapa 2 video iklan Tim Priyayi (Singgih dan Nanda) yang lolos. Lalu seleksi kedua mengunakanonline voting dan penilaian juri lagi, menjadi 26 besar yang akan mengikuti Grand Final ke Jepang. Dan video iklan mereka dengan judul Slippery Fingers On The Keyboard menjadi salah satunya.

Singgih dan Nanda menungkapkan bahwa mereka tidak menyangka bisa lolos dan bisa mengikuti Grand Final ke Jepang, Bahkan Nanda yang waktu itu sedang melakukan ibadah umroh, refleks melakukan sujud syukur setelah diberi kabar oleh Singgih.

Singgih mengungkapkan dalam persiapan berangkat ke Jepang pun timnya mendapat bantuan dan semangat terutama dari kampus. “Saya mengapresiasi pimpinan prodi maupun fakultas dengan mendukung penuh tim dan memberi bantuan terutama dana, yang memang hanya satu orang saja yang ditanggung oleh pihak Gatsby”, ungkap Singgih yang dihubungi melalui media sosial.

Singgih juga berharap kedepannya banyak mahasiswa, terutama dari FISIP UNS yang menghasilkan karya-karya, tidak hanya terpaku pada kuliah saja.

“Lomba itu seru banget, kalau final itu lho, atmosfer persaingan dan kebanggaannya seru, bisa ketemu orang-orang unik dari univ lain, bisa ketemu juri-juri keren, dapat materi spesial, dll. Jangan takut ga lolos, ga sia-sia kok itu, siapin mentalnya aja,” jelasnya. (Dela)

SHARE THIS

1 comment: