Tuesday, January 27, 2015

Untuk ‘Kamu’

Oleh: Astini Mega Sari

Kamu  yang sedang menatap dalam cermin
Untuk apa berpura-pura?
Tak lelahkah selalu tersenyum pada mentari
tapi menangis sendu pada sang malam?
Menggigil oleh sang angin dan tak pernah menyebut sesuatu selain sebuah nama

Kamu  yang tak bisa mengartikulasi rindu
Tak lelahkah selalu berdamai dengan jarak dan waktu?
Sedangkan jarak seringkali jadi pengganggu
Sedang waktu terus berjalan tanpa ijinmu
Lalu tanpa sadar membuatmu tak pernah melangkah bahkan jika itu hanya satu-satu

Kamu  yang selalu menyebut sebuah nama seperti merapal mantra
Yang menyematkan doa di setiap geraknya

Jika lelah, berhentilah 


SHARE THIS

0 comments: