Monday, April 21, 2014

World Heritage Day: Ratusan Siswa SD Berwisata Edukasi di Museum Radya Pustaka

Dok. VISI/Ilham

Meriah- Ratusan siswa SD mengikuti Gerakan 1000 Anak Menulis 
Aksara Jawa di Pelataran Parkir Selatan Hotel Novotel, Minggu (20/4).
Solo-  Memperingati Hari Pusaka Dunia atau World Heritage Day yang jatuh pada Jumat, 18 April 2014 lalu, Jatayu Event Organizer (EO) bersama Hotel Ibis menggelar Event bertajuk “Ojo Lali Jawane: Gerakan 1000 Anak Menulis Aksara Jawa,” Minggu (20/4).

Digelar pada pelataran parkir selatan Hotel Novotel pukul 06.30 WIB. Acara ini diharapkan mampu menggugah kembali pentingnya esensi dan nilai budaya Jawa, selain untuk memeriahkan peringatan Hari Pusaka Dunia. “Ditujukan kepada masyarakat Kota Solo khususnya generasi muda, agar kembali mengingat dan sadar akan budaya Jawa,” tutur Panitia Kegiatan, Cynthia Putri.

Cynthia menjelaskan acara yang menggandeng puluhan SD di Kota Solo sebagai pesertanya ini, dilakukan dalam beberapa rangkaian. Pada acara pertama diisi dengan menulis Aksara Jawa diatas bentangan kain putih sepanjang 300 meter oleh siswa SD, kemudian dilanjutkan dengan penampilan bakat anak dalam geguritan dan macapat Jawa. Terakhir adalah kunjungan wisata edukasi gratis di Museum Radya Pustaka Solo.



Acara yang digadang-gadang menjadi yang pertama di Solo ini mendapat sambutan meriah khususnya dari para peserta. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta Arvina (11), mengaku cukup senang dengan acara ini karena dapat berkunjung dan belajar di Museum Radya Pustaka.

Hal senada diungkapkan oleh salah seorang wali murid, Vera (35), yang cukup mengapresiasi acara tersebut karena selain melalui pendidikan sekolah kesadaran akan pentingnya nilai dan budaya Jawa perlu digugah melalui event-event tertentu. Bahkan Vera mengaku senang karena tidak banyak siswa SD sekarang yang mengetahui dan mengenal Museum Radya Pustaka.


Meski begitu Vera menyayangkan kurangnya informasi dari panitia kepada orang tua atau wali murid mengenai rangkaian acara. “Mungkin sebelum acara bisa diberitahu dulu kepada sekolah mengenai rangkaian acaranya, sehingga orang tua tahu harus menunggu di spot mana,” jelas Vera. Oleh Cynthia akan ada tindak lanjut pada acara ini, “Bentangan kain tadi akan kami perhias menjadi batik,” pungkasnya. (Ilham)

SHARE THIS

0 comments: