Tuesday, December 3, 2013

Girl on Fire, Harapan Baru Pemberontakan Melawan Tirani

Oleh: R. Ahmad Reiza M.

Judul        : The Hunger Games: Catching Fire
Jenis        : Action, Adventure, Sci-Fi, Young-Adult, Adaptation
Durasi      : 146 menit
Sutradara : Francis Lawrence
Naskah    : Simon Beaufoy, Michael Ardnt, Suzanne Collins
Produksi  : Lionsgate

Pemeran  : Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Donald Sutherland, Sam Claflin, Jena Malone, Liam Hemsworth, Lynn Cohen, Woody Harrelson

Setelah The Hunger Games meraih kesuksesannya di tahun 2012, film kedua dari Trilogi The Hunger Games, Catching Fire tayang di layar lebar pada tanggal 22 November 2013 di Indonesia. Berawal dari ketenaran atas kemenangan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Melark (Josh Hutcherson) di Hunger Games ke-74. Kedua pemenang itu menjadi sorotan media dan penduduk Capitol, Panem. Namun Presiden Snow (Donald Sutherland) menaruh dendam pada Katniss. Keputusannya bahwa lebih baik ia mati bersama Peeta di arena daripada menang sendirian di tahun lalu menjadi harapan sekaligus pelopor pemberontakan dari distrik-distrik Panem. Hingga suatu pagi Presiden Snow mengancam Katniss untuk berpura-pura mencintai Peeta di depan publik agar pemberontakan di Panem mereda.

Padahal di hatinya masih mencintai Gale Hawthorne (Liam Hemsworth), partner berburunya sejak kecil. Hingga Hunger Games ke-75 sekaligus Quarter Quell ke-3 dimana permainan tersebut diselenggarakan dengan peraturan khusus, dan di Quarter Quell ini, pesertanya ialah para pemenang Hunger Games dari tahun-tahun sebelumnya yang dipilih dengan cara undian seperti Hunger Games biasanya. Dari Distrik 12, terpilih Katniss sebagai calon wanita tunggal, dan Peeta menggantikan Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) sebagai volunteer. Haymitch menyarankan agar Katniss dan Peeta untuk beraliansi dengan peserta dari distrik lain. Finnick Odair (Sam Claflin) dan Mags (Lynn Cohen) dari Distrik 4, Johanna Mason (Jena Malone) dari Distrik 7 dan peserta lain beraliansi dengan Katniss-Peeta. Bersama-sama mereka bertarung dan bertahan hidup dalam permainan, hingga keajaiban di arena terjadi...

The Hunger Games: Catching Fire memanjakan penikmat film action dan penggemar trilogi The Hunger Games. Rating 8.2/10 di IMDb.com membuktikan hal itu. Tanggapan positif membanjiri apresiasi film ini. Beberapa penggemar trilogi The Hunger Games menyatakan bahwa alur cerita film ini dianggap sesuai dengan novelnya. Berbeda dengan film adaptasi dari novel lainnya, bahkan saat dibandingkan dengan film sebelumnya. Efek ledakan, adegan kejar-kejaran dan para peserta bertarung memuaskan penggemar film action. Bahkan alur Dan adegan-adegan dalam permainan Hunger Games membuat penonton tidak diberi waktu untuk menghela nafas, seperti film fenomenal The Raid yang penuh dengan aksi kekerasan dan membuat adrenalin penonton terpacu—meskipun tidak sehebat koreografi The Raid. Teknologi masa depan membuat kagum, apalagi teknologi dalam permainan Hunger Games yang dibuat dengan bantuan CGI, benar-benar keren. Salah satu adegan yang paling diingat penonton ialah gaun pernikahan Katniss yang terbakar dan berubah menjadi kostum Mockingjay. Menakjubkan. Selain efek visual, tentu pemeran-pemeran yang ada sudah menjadi ‘paten’ dalam trilogi ini, Ditambah pula aktor dan aktris berpenampilan baik sebagai pemeran karakter The Hunger Games, di antaranya Malone dan Claflin.

Rating tinggi dan banyak respon positif tidak berarti film ini sempurna. Tentu ada sebagian dari novel yang tidak muncul dalam film—penyakit utama film adaptasi dari novel—meskipun tidak terlalu berpengaruh. Sebagian penonton merasa cerita sebelum menjelang Hunger Games agak membosankan. Alur menuju klimaks berjalan cukup lambat, sehingga terkesan kurang greget. Apalagi bagi kaum Adam, adegan percintaan dan close-up semacam itu kurang penting. Akhir film yang menggantung membuat sebagian penggemar The Hunger Games merasa jengkel. Walaupun begitu, celah-celah kekurangan film ini masih mampu tersamarkan.

The Hunger Games, Catching Fire cukup memuaskan dan tidak mengecewakan. As I expected. Celah kekurangan sedikit. Jennifer Lawrence yang memiliki karakter unik, yang saat ini sedang naik daun, menjadi simbol dari film epic satu ini. Kekuatan tirani pasti akan jatuh suatu saat nanti, apabila secercah harapan mengobarkan api semangat. Girl on Fire—julukan Katniss—yang tangguh mampu menjadi harapan sekaligus pengobar semangat pemberontakan atas kekuatan tirani.

Poin 8.6/10 cocok diberikan kepada Catching Fire. Alur, twist, efek visual, cast dan lain-lain berpadu menjadi satu, menjadi sebuah film epik dan terbaik tahun ini.

SHARE THIS

0 comments: