Thursday, October 31, 2013

Media Dan Perkembangan Korean Wave di Indonesia


Oleh : Linda Fitria Christyas

Media massa sebagai media yang setiap harinya menemani aktivitas masyarakat kini semakin maju seiring berkembangnya teknologi. Media massa yang meliputi televisi, radio, surat kabar, dan yang baru ini muncul yakni media online atau di sebut internet semakin mempengaruhi segara aspek kehidupan masyarakat terutama di Indonesia. Televisi yang dulunya merupakan barang elektronik mahal kini sudah dimiliki oleh hampir semua masyarakat di Indonesia. Surat kabar yang dulunya hanya dikonsumsi oleh kaum terpelajar, pengusaha, dan kaum berada pun tidak lagi menjadi suatu media yang sulit diakses.
Kini tidak jarang di temui pedagang asongan, tukang becak, supir truk sedang membaca surat kabar ketika sedang beristirahat. Hal ini menjadi bukti bahwa setiap orang di kalangan apapun memang haus akan informasi yang sedang hangat di masyarakat. Di situlah letak kekuatan media massa yang mana dikemukakan oleh Denis Mc Quail, bahwa media massa kini telah menjadi institusi penting dalam masyarakat karena media massa berperan sebagai forum pengetahuan bagi masyarakat tentang peristiwa alam maupun kehidupan masyarakat, serta sebagai sarana pengembangan kebudayaan baik dalam aspek seni, gaya hidup, pola pikir dan semua aspek kehidupan lainnya.
Sebagai media yang kehadirannya sangat dibutuhkan sebagai sumber informasi, media massa juga mempunyai fungsi lain yang tidak kalah pentingnya yaitu fungsi kontrol sosial, sumber informasi, pendidikan, dan hiburan. Saat ini, untuk mendapatkan informasi terbaru ataupun hiburan yang sedang hits, bukan lagi menjadi suatu hal yang sulit. Maraknya perkembangan budaya Korea salah satunya. Budaya korea atau sering disebut hallyu atau Korean wave adalah salah satu tren yang sedang hits di masyarakat. Korean wave sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan produk kebudayaan popular atau pop culture dari Korea Selatan. Korean wave ini sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata setelah membuat gebrakan di dunia terutama di Indonesia. Kebudayaan yang berupa kebudayaan tradisional yang dipadukan dengan budaya modern ini kini semakin merambah ke dunia internasional.
Drama korea, musik korea, gaya hidup dan semua serba serbi tentang korea kini menjadi suatu informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat akibat maraknya Korean wave ini. Hal ini juga terjadi di Indonesia sendiri. Saat ini, anak kecil, remaja, bahkan orang dewasa menjadi penikmat dari produk Korean wave tersebut. Berkembangnya Korean wave ini juga banyak mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat Indonesia terutama di dunia hiburan, oleh karena itu, media massa yang merupakan penyaji hiburanpun secara otomatis merasakan pula dampak Korean wave ini.
Jika ingin dikaji lebih dalam, banyak bukti bahwa Korean wave ini telah masuk ke dalam media Indonesia, sebut saja televisi, radio, media cetak dan internet. Saat ini, banyak tayangan televisi yang menampilkan informasi tentang artis-artis korea, kehidupannya, bahkan banyak iklan yang sekarang menggunakan artis korea sebagai daya tarik para konsumen.
Demam Korean wave ini juga dirasakan dalam aspek musik. Fenomena boyband sebagai akibat dari korean wave merupakan tren yang sampai saat ini masih laris di pasaran. Akibat korean wave yang sedang menjamur ini, banyak artis pendatang baru yang berusaha menarik perhatian masyarakat dengan membuat sebuah grup vokal dengan format yang berbeda. Grup vokal yang berkiblat kepada grup-grup boyband korea seperti Super Junior, 2PM, Shinee, TVXQ, EXO dan masih banyak lagi ini menjadi tren dan warna baru di dunia musik Indonesia. Meskipun boyband bukan hal yang baru di Indonesia, namun munculnya puluhan boyband baru saat ini tidak bisa dibilang biasa. Boyband seperti Sm*sh, S4, Coboy Junior dan masih banyak lagi ini menjadi bukti bahwa korean wave sangat menggebrak musik Indonesia. Selain itu, di beberapa stasiun televisi bahakan menyajikan satu program khusus untuk membahas seluk beluk korean wave itu sendiri. Ada beberapa program yang membahas mengenai musik, kehidupan sang artis, bahkan pariwisata yang ada di korea. Saat ini, tak jarang pula kita saksikan banyak iklan televisi yang menggunakan bintang korea sebagai bintang iklannya. Hal ini merupakan cara produsen dalam menarik minat konsumennya dengan memanfaatkan demam korea ini.
 Di Indonesia sendiri, tayangan seperti infotainment, FTV, atau acara-acara reality show lainnya banyak yang menggunakan backsound lagu dari artis-artis korea. Ini menandakan bahwa demam korea ini benar-benar sudah menghiasi setiap media di Indonesia dan semua bukti di atas semakin memperjelas betapa media sangat berpengaruh terhadap suatu fenomena yang sedang booming sehingga keberadaanya diperhatikan oleh khalayak umum.


SHARE THIS

0 comments: