Saturday, October 12, 2013

Kethoprak Pikat Hati Penonton

Dok. VISI/Prita
Solo – “Kyai Kala Gumarang” menjadi judul lakon dalam pentas pagelaran kethoprak  yang diselenggarakan oleh Unit Pengembangan Kesenian Daerah (UPKD), Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Teater arena, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta, menjadi tempat pementasan pagelaran ketoprak ini pada 10 Oktober 2013 lalu , pukul 19.30 WIB.

 Padatnya penonton di dalam Teater Arena TBJT kamis malam lalu seakan terpukau dengan keindahan tari gambyong parianom dan tari merak yang secara berturut-turut tampil secara bergantian, sebagai tarian pembuka dalam pentas pagelaran kethoprak tersebut. Pentas pagelaran kethoprak “ Kyai Kala Gumarang” sendiri merupakan karya Trisno ‘Pelok’ Santoso, S.Kar., M.Hum., dan disutradarai oleh Bambang Sugiarto.

Iringan gamelan jawa menambah pesona tersendiri sebagai pengantar pertunjukan disertai tata panggung yang indah semakin memberi nilai artistik yang menawan pula. Dengan tiket masuk seharga Rp. 5000, penonton bisa menikmati pentas kethoprak yang menceritakan tentang keris  bernama “Kyai Kala Gumarang” yang diperebutkan antara dua kerajaan, yaitu kerajaan Madiun dan kerajaan Mataram yang akhirnya jatuh ke tangan prajurit Mataram.

Permainan yang apik dari para tokoh pentas, yang keseluruhannya merupakan anggota UPKD UNS mampu memikat  perhatian penonton. Persiapan acara ini sendiri tergolong cukup sebentar, yaitu hanya sekitar 3 minggu. Hampir secara keseluruhan, baik dari tata lampu, pengrawit, pemain peran dan produksi berasal dari UPKD, kecuali untuk tata artistiknya yang berasal dari Sanggar Kemasan Solo.

“Acara ini digelar dalam rangka memperingati HUT UPKD FKIP UNS yang ketiga belas” tutur Marien Evi Listyorini, ketua panitia pentas pagelaran kethoprak tersebut saat ditemui VISI  (10/10). UPKD atau Unit Pengembangan Kesenian Daerah ini, merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, tambah Marien.

Mahasiswi semester tiga ini menguraikan pula akan harapannya melalui pentas yang digelar ini yaitu agar mampu menggugah minat para pemuda sekarang dan juga masyarakat  untuk mengenal lebih dalam akan kethoprak, sehingga kebudayaan Jawa ini bisa kembali bangkit.

Danik (19),  sebagai salah satu penonton mengungkapkan kesan luar biasa yang didapatnya setelah menyaksikan pentas tersebut. “Karena melalui acara ini pula mampu mengajak para pemuda untuk mencintai budaya bangsa” tuturnya. Mahasiswi jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS ini juga menambahkan harapanya, agar para pemuda yang lain, terus mencintai dan melestarikan budaya sendiri, melalui karya-karya yang indah dan dapat dinikmati khalayak pada umumnya. (Prita)



SHARE THIS

1 comment: