Monday, September 30, 2013

Tampil Lebih Modern, Deftones Masih Pentingkan Ciri Khas Bermusik


Dok.Internet

Oleh Munadhifah


Album stensi band ternama Amerika dipanggung musik rock dunia. Walaupun tanpa pemain bass terdahulunya, Chi Cheng yang tertimpa kecelakaan pada tahun 2008 dan akhirnya meninggal tepat 13 April 2013 lalu, Deftones masih selalu produktif dan solid dalam melakoni pekerjaannya sebagai musisi internasional.



Deftones merupakan sebuah band musik  alternative metal rock atau biasa disebut eksperiment rock. yang berasal dari Sacramento, Callifornia yang berdiri sejak tahun 1988. Band ini digawangi oleh Chino Moreno (vocal, gitar), Stephen Carpenter (lead gitar), Sergio Vega (bass), Frank Delgado (Kayboard, turntables), dan Abe Cunningham (drum). Band ini tetap melanjutkan karirnya sampai sekarang, bahkan menjadi salah satu band metal yang cukup diperhitungkan. Keeksisan band ini ditunjukkan dengan dirilisnya album Koi NO yokan yang merupakan album ke-7nya pada akhir 2012 lalu.

Di album bertajuk Koi NO yokan ini Deftones masih mempertahankan ciri bermusiknya yang khas. Namun ada perluasan konsep bermusik, sehingga lebih terkesan lebar dan fresh. Ada 11 lagu yang diusung dalam album ke-7 ini, yaitu : Swerve City, Romantic Dreams, Leathers, Poltergeist, Entombed, Graphic Nature, Tempest, Gauze, Rosemary, Goon Squad, dan What Happened to You?. Sebelas lagu ini akan membawa pendengar tidak merasa puas jika belum mendengarkan seluruhnya hingga usai. Hampir semua lagu yang ada memberikan suara tentang kegelisahan, rasa yang mendalam akan suatu hal namun tidak bisa dilepas begitu saja. Karena kegelisahan yang disampaikan melalui lagu ini bak selalu menghantui setiap pendengarnya jika diresapi dengan hati.

Simaklah hits dari album ini, sebuah lagu berjudul “Leaters”, pendengar akan disuguhi dengan eksplorasi sound gitar yang sangat tebal, lebar, dan modern. Apalagi aransemennya yang cukup dinamis dipadukan dengan lengkingan sang vokalis yang sepertinya memang dimaksudkan untuk melawan distorsi dan ketebalan gitar yang dimainkan. Walaupun lagu “Leaters” ini eksploratif, namun masih mampu memunculkan dinamisasi arasemen yang sangat menawan.

Kemudian lagu “Tempest”, yang karakternya lebih dark dibanding  lagu-lagu lainnya dalam album Koi NO yokan ini. Deftones begitu berani memasukkan beberapa karakter sound yang terdengar sedikit mencekam dalam lagu tersebut. Inilah lagu ballad ala deftones, dark tetapi langsung menghentak tajam ketika kita mendengarkannya. Raungan distorsi sound yang lebar berbarengan  dengan hentakan drum yang kuat, seakan memberikan dimensi suara yang gahar. Selain “Tempest, lagu yang tampil dengan dark adalah “Entombed”. Lagu yang dibuat oleh band yang sudah memiliki tujuh album ini berkarakter ballad, namun kemasan suaranya sangat modern, kuat dan tebal. Karakter sound gitar dipilih untuk menjadi blocking dalam lagu yang  diiringi oleh drum loop tersebut.

Jika mendengar satu lagu “What Happened To You?”, kemungkinan kita akan berfikir lagu ini memiliki materi yang gampang. Akan tetapi sesungguhnya aransemen dari lagu ini cukup rumit yang menampilkan kesan macho dan kuat . Untuk lagu ini band yang pernah dianugrahi Best Metal Performance dalam ajang Grammy Award 2001 tersebut  tidak mengandalkan sound yang terlalu tebal dan gahar. Sehingga pendengar akan lebih mudah mencerna lagu yang juga menjadi hitz album ke-7 Deftones.

Pilihan sound-sound modern yang ditampilkan secara modern dan berani merupakan kekuatan dari album Koi NO yokan. Tidak heran jika album band yang berdiri dibawah lebel Reprise ini sempat menempati posisi runner up di U.S. Hard Rock Album, serta masuk ditangga ke-5 U. S. Rock Albums dan U.S. Alternative Albums. Album ini sangat layak untuk diapresiasi, karena mampu mebuat karakter yang kuat dalam setiap music yang dibawakannya.

Selain Koi NO yokan, Deftones telah berhasil mengeluarkan album dari awal karirnya. Album bertajuk “Adrenaline” menjadi awal debutnya di blantika musik rock tahun 1995. Dua tahun kemudian “Around the Fur” berhasil dirilis. Pada awal abad millennium, yaitu tahu 2000 band pemilik situs www.deftones.com itu mengeluarkan album “White Pony”. Tahun 2003, band rock dunia ini berhasil membuat album yang diberi nama sama dengan nama band-nya “Deftones. Sedangkan album “Saturday Night Wrist” adalah album ke-5 yang diluncurkan tahun 2006. Selang empat tahun dari album ke-5, dan setelah berhentinya sang bassis almarhum, Chi Cheng, Deftones masih sempat mengeluarkan album bertajuk “Diamond Eyes”.





  



SHARE THIS

0 comments: