Monday, September 30, 2013

Solo City Jazz, Tetap Junjung Budaya Lokal


Iga Mawarni saat tampil di panggung Solo City Jazz 2013 .    Dok.VISI/Radit
Solo – Pagelaran musik Solo City Jazz kembali digelar tahun ini 27 dan 28 September 2013 lalu. Acara music jazz terbesar di Kota Bengawan tersebut berhasil diselenggarakan di Benteng Vastenburg. Hajatan besar tahunan ini selalu menarik antusiasme pengunjung, termasuk tahun ini. Masih mengangkat konsep yang sama memadukan music jazz dengan budaya lokal, pentas music jazz ini tetap menjadi jazz-nya kota Solo.


Selama dua hari berlangsungnya kegiatan ini, semua musisi tampil mengenakan pakaian bermotif batik. Selain itu, beberapa musisi juga tampil dengan sentuhan alat musik daerah. “Jazz bisa dipadukan dengan genre apapun. Jazz itu dapat berkolaborasi dengan apapun.” ucap Wenny Purwanti Ketua Pelaksana Solo City Jazz  2013.

Iga Mawarni seorang pelantun musik jazz pun tampil dengan menggunakan baju hitam dan jarik (kain batik untuk bawahan wanita-red).  Ditengah penampilannya, Iga mengaku sudah tiga kali diundang untuk tampil di Solo City Jazz namun ini kali pertama dia dapat hadir dan tampil.

Solo City Jazz  sendiri adalah event tahunan yang diselenggarakan di kota Solo. “Ini seharusnya tahun kelima Solo City Jazz, tapi menjadi penyelenggaraan keempat, karena tahun 2010 lalu tidak bisa terpaksa ditiadakan akibat musibah merapi,” Ujar Wenny kepada VISI, Sabtu (28/9).


SHARE THIS

0 comments: