Saturday, September 21, 2013

Parenting With Love?


Foto : Anindya PW
Antusiasme Peserta- Peserta Pelatihan “The Miracle Of Mom” menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan pembicara. Acara yang diselenggarakan Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat FISIP UNS berlangsung di Aula Kelurahan Kestalan, Solo, Jumat (20/9)
         
  Jumat (20/9), Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS menyelenggarakan pelatihan “The Miracle Of Mom” di kampung Kestalan, Solo. Pelatihan yang berdurasi 3 jam ini diisi oleh pakar-pakar yang berkompeten di bidangnya seperti, sosiolog, peneliti, dan juga aktivis LSM yang merupakan ibu teladan. Dengan mengusung jargon Parenting With Love, Wujudkan Ibu Sayang Anak, panitia mencoba menghadirkan solusi bagi para ibu-ibu untuk menerapkan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak-anaknya. “Tujuan dari acara ini adalah membentuk ibu bijak teladan sayang anak yang nantinya dapat menerapkan pola asuh yang baik untuk tumbuh kembang anaknya, sehingga segala bentuk kekerasan dapat diminimalisasi” jelas Ketua Panitia, Yofita Noor Ardiani.
Ditemui terpisah, Sri Basuki (40) mengaku mendapat banyak manfaat dari acara pelatihan ini. Ia menjadi lebih menyadari perannya sebagai seorang Ibu. “Dari yang awalnya keras, saya belajar menjadi lebih sabar, dan juga menjadi lebih kreatif dalam hal mendidik anak. Terlebih lagi tadi saya dapat sharing mengenai permasalahan mendidik anak saya, serta solusi yang tepat untuk diterapkan” ungkapnya.
Antusiasme yang tinggi pun ditunjukkan para ibu dengan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab. Berbagai macam jenis pertanyaan ataupun sekedar sharing terlontar silih berganti. “Materi yang diberikan cocok dengan realita yang dihadapi para ibu sehari-hari. Misal, perilaku ringan yang sebenarnya akan menimbulkan kekerasan, kami menjadi lebih tahu sekarang,” tutur Wiyono (59).
Perilaku seperti membentak, mencubit, atau mengungkapkan kata-kata negatif merupakan suatu bentuk kekerasan yang akan berdampak pada psikologis anak. Lebih lanjut pembicara menuturkan agar para peserta dapat meminimalisasi adanya kekerasan dalam pola pengasuhan. Pengasuhan lebih ditekankan dengan kasih sayang, ketegasan, dan memberikan perhatian yang optimal pada anak.
Di akhir acara, peserta menjadi lebih antusias lantaran pemberian doorprize yang telah dijanjikan panitia. Sri Basuki berharap acara pelatihan ini terus berlanjut. “Saya senang atas kepedulian mahasiswa terhadap ibu-ibu disini (red-kestalan), dan semoga acara seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini, ya ada follow-up nya lah untuk ibu-ibu yang belum sempat ikut,” ujar wanita berambut pendek ini.
Harapan yang serupa pun diungkapkan oleh Sekretaris Kelurahan setempat, Bani. Ia berharap dengan adanya acara ini dapat meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh asih yang harus diterapkan. “Di zaman yang serba modern ini anak rentan terkena dampak negatif dari lingkungan dan juga kekerasan. Maka disinilah perlunya ditekankan pola didik yang benar agar anak mampu menjadi generasi penerus bangsa yang terhidar dari tindak-tindak negatif pergaulan,” pungkasnya. (Fatma)

SHARE THIS

0 comments: