Tuesday, October 26, 2010

Dan Akan Selalu Ada Jalan…

Oleh : Alina Dewi Hartanti

Mungkin, seorang Thomas Alfa Edison tidak akan tahu bahwa percobaan kecil di laboratoriumnya akan menjadikannya seorang manusia yang terkenal. Dia tidak akan tahu bahwa temuannya berupa bola lampu mampu mengubah peradaban. Begitu pula Newton, bahwa mengenai hukum gravitasi yang ia temukan telah menjadikannya sebagai orang yang patut diingat sepanjang masa. Adapula Van Bethooven, kejeniusannya dalam mengaransemen lagu membuat semua orang tak ada yang tak tahu namanya. Juga, bukan suatu kebetulan juga jika Wilbur dan 0. Wright mewujudkan manusia untuk terbang di langit dengan menemukan yang namanya pesawat terbang.
Lalu apa persamaan dari semua itu? Ya, semuanya orang-orang hebat, dalam bidangnya masing-masing tentunya, semuanya dikenal, semuanya dianggap sebagai pionir-pionir peradaban. Dan mungkin, satu lagi kesamaan mereka, mereka semua berangkat dari seorang pekerja keras hingga akhirnya temuan mereka membuktikan eksistensi mereka.
Ada yang bilang, harapan, keinginan, cita-cita akan tercapai apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras. Saya selalu percaya, itu mutlak terjadi. Tak pernah ada yang sia-sia, karena apa yang telah kita korbankan selalu ada harganya. Edison mengerahkan segenap upayanya untuk penemuannya, dan dia mungkin pada saat itu tidak mengetahui dampak apa yang bisa disebabkan oleh penemuan kecilnya. Dia tidak pernah tahu, bahwa ratusan tahun kemudian berkat jasanya bumi menjadi terang, seterang harapannya dulu atas segala kerja kerasnya.
Lalu bukankah hal yang tidak mustahil jika kita kemudian meniru semangat mereka. Meniru semangat mereka dalam mengerahkan segenap upayanya demi penemuan mereka, yang dalam hal ini demi kesejahteraan bersama. Meniru kerja keras mereka demi mewujudkan impian mereka. Tak perlulah muluk-muluk penemuan besear sepeti mereka, tetapi dengan bekerja keras terhadap apa yang sudah ada ditangan dan gigih mengupayakan serta mewujudkannya dengan sungguh-sungguh akan sangat luar biasa bila dibandingkan hanya berdiam diri menunggu nasib. Benar, manusia memang akan mati. Tapi, bukankah akan lebih indah mengisi kehidupan sebelum mati itu dengan melakukan sesuatu yang berguna, tidak menyerah begitu saja pada keadaan. 
Ya, meskipun terkadang kepentok tiang, ada lubang, bahkan terhalang tembok, bukan berarti berhenti, tidak berjalan lagi. Bukan berarti juga sudah tidak ada jalan. Selalu ada jalan, meski harus memutar lebih jauh lagi. Dan akan selalu ada jalan.

SHARE THIS

0 comments: